Latest News
Gambar tema oleh Kepulauan NTT. Diberdayakan oleh Blogger.
Minggu, 22 Oktober 2017

Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Nagekeo




Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan, Wolfgang Lena, S.P, M.Si dalam Rapat Kerja dengan Komisi C DPRD Nagekeo mengatakan, luas serangan hama pada tanaman padi di Daerah Irigasi Mbay Kanan hanya 10,75 hektar.
Sementara para petani menilai angka luas serangan yang disebutkan Wolfgang itu menyesatkan. Angka itu dinilai pengingkaran terhadap fakta lapangan. Pasalnya, luas serangan di lapangan mencapai puluhan hektar bahkan ratusan hektar.
Berdasarkan dari Bagian Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Nagekeo, berdasarkan tingkat serangan per Juli 2016 seluas 74,3 hektar dengan perincian serangan ringan 19,8 hektar dan serangan sedang 54,5 hektar.
Data ini juga diragukan karena data serangan di beberapa kelurahan/ desa berbeda dengan angka serangan yang tertera di atas kertas. Luas serangan di Desa Mbay I, misalnya diperkirakan lebih dari tiga hektar.
Sementara angka yang tercantum di dalam kertas hanya tiga hektar. Lahan yang terserang di Aloripit, Di KM3 Kiri (Seputar Balai Benih), di Ladha dan juga di beberapa lokasi di KM 3 Kanan seperti di daerah Kolikapa.
Demikian juga di Lape dalam kertas tercantum luas serangan Hawar Daun hanya empat hektar, sedangkan petani melaporkan luas serangan mencapai tujuh hektar. Demikian juga di Desa Tonggurambang, dan beberapa desa lainnya.
Beberapa petani mengungkapkan, data yang input Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan diduga tidak mengakomodir seluruh lahan yang terserang hama.
"Kami di Desa Lape saja, sudah tujuh hektar. Kalau Kepala Dinas Pertanian bilang hanya 10,75 hektar yang terserang itu, tidak benar," kata Stanislaus Tage, seorang petani dari Desa Lape.
Namun Wolfgang mengatakan, data yang ada bisa saja berbeda dengan data lapangan karena yang diinput hanya data yang disampaikan ke Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan atau PPL.
"Kami mungkin tidak bisa jangkau semua karena keterbatasan jumlah petugas kami di lapangan. Data yang kami input sesuai pengaduan masyarakat. Seperti dokter dan pasien. Tidak mungkin dokter mencari orang sakit. Tetapi orang sakit yang mencari dokter. Kalau tidak ada pengaduan, bagaimana mungkin kami bisa tahu," kata Wolfgang di dalam Rapat Kerja dengan Komisi C DPRD Nagekeo, Selasa (26/7/2016).
Wolfgang mengatakan, bicara tentang penangan hama butuh P3D yakni personil, sarana prasarana, prosedur dan dukungan anggaran.
"Kalau terpenuhi, saya yakin bisa atasi serangan hama meskipun tidak seluruhnya. Kita butuh tempat konsultasi BOPT sehingga setiap ada serangan langsung dikonsultasikan. Juga tambahan tenaga khusus pengamat hama. Ini untuk menjawab pertanyaan bagaimana kita menolong petani. Yah, Zero serangan," demikian Wolfgang.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Nagekeo Rating: 5 Reviewed By: Kepulauan NTT